Solusi Modern untuk Wasir dan Fistula Ani di Indonesia Oleh Dr. Tony Sukentro, SpB

Laser Proctology: Solusi Modern untuk Wasir dan Fistula Ani di Indonesia
Oleh Dr. Tony Sukentro, SpB
Di Indonesia, pengobatan minimal invasif untuk masalah proktologi, seperti wasir dan fistula ani, semakin populer berkat teknologi laser. Salah satu pelopor dalam bidang ini adalah Dr. Tony Sukentro, SpB, yang telah membantu ribuan pasien melalui pendekatan modern yang tidak hanya efektif tetapi juga nyaman bagi pasien.
Wasir: Penyakit yang Menakutkan untuk Operasi
Wasir (hemoroid) adalah salah satu penyakit paling umum di masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu yang paling ditakuti untuk dioperasi. Banyak pasien menghindari operasi karena rasa sakit yang intens dan komplikasi pascaoperasi. Namun, dengan teknologi laser, kekhawatiran ini dapat diminimalkan.
Dr. Tony menjelaskan bahwa teknologi laser memungkinkan:
1.Anal Cushion Tidak Dibuang: Tidak seperti operasi tradisional, teknologi laser mempertahankan bantalan anus (anal cushion), yang penting untuk fungsi normal anus.
2.Minim Nyeri: Karena prosedur ini bersifat minimal invasif, pasien merasakan jauh lebih sedikit nyeri dibandingkan metode konvensional.
3.Fungsi Sensorik dan Otot Tetap Baik: Teknologi laser tidak merusak jaringan sehat, sehingga fungsi otot anus dan sensitivitas area tetap terjaga.
“Dengan pendekatan laser, pasien dapat menjalani pemulihan cepat tanpa rasa sakit yang berkepanjangan,” kata Dr. Tony.
Fistula Ani: Penyakit Sulit yang Kini Lebih Mudah Diatasi
Fistula ani adalah penyakit kompleks yang sering membuat penderitanya merasa depresi. Penyakit ini ditandai dengan saluran abnormal antara kulit di sekitar anus dan saluran dalam anus, yang menyebabkan infeksi berulang, nyeri kronis, dan kesulitan penyembuhan.
Pengobatan tradisional untuk fistula ani sering melibatkan operasi besar yang meninggalkan luka terbuka. Namun, dengan teknologi laser seperti FiLaC (Fistula Tract Laser Closure), pendekatan baru ini menawarkan solusi yang lebih nyaman:
1.Luka Minimal: Prosedur laser hanya meninggalkan luka kecil, sehingga tidak memerlukan tindakan besar seperti “digorok” (groak).
2.Tidak Ada Risiko Inkontinensia: Teknologi laser sangat presisi, sehingga tidak merusak otot sfingter anus yang mengontrol BAB, sehingga pasien tidak mengalami inkontinensia.
“Fistula ani adalah salah satu penyakit tersulit dalam proktologi. Namun, dengan teknologi laser, harapan untuk kesembuhan menjadi lebih besar tanpa rasa sakit dan risiko komplikasi,” ujar Dr. Tony.
Pengakuan Internasional Dr. Tony Sukentro
Keberhasilan Dr. Tony dalam membawa teknologi laser untuk pengobatan wasir dan fistula ani telah mendapatkan pengakuan internasional. Pada Proctocom 2023 di Dubai, Dr. Tony diundang untuk mempresentasikan pengalamannya menangani ratusan kasus dengan pendekatan minimal invasif. Forum tersebut dihadiri oleh ahli proktologi dari seluruh dunia, dan metode yang digunakan Dr. Tony mendapat apresiasi tinggi.
Saat ini, Dr. Tony juga sedang menjalani pelatihan untuk meraih gelar Fellowship of International Society of Coloproctology (FISCP) di India, yang akan semakin memperkuat kontribusinya dalam dunia proktologi.
Masa Depan Proktologi di Indonesia
Dengan teknologi modern seperti laser, masa depan proktologi di Indonesia semakin cerah. Dr. Tony berharap pendekatan minimal invasif ini dapat terus berkembang, sehingga pengobatan untuk penyakit seperti wasir dan fistula ani menjadi lebih nyaman, efektif, dan dapat diakses oleh lebih banyak pasien.
“Semoga ke depannya, proktologi tidak hanya menjadi lebih maju, tetapi juga lebih ramah untuk pasien. Dengan teknologi seperti laser, kita bisa membawa proktologi Indonesia ke tingkat dunia,” tutup Dr. Tony penuh optimisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *