Penting bagi pasien untuk mengetahui risiko operasi tulang belakang sebagai persiapan, (Foto oleh 8photo)

Apa Saja Risiko Operasi Tulang Belakang yang Perlu Anda Ketahui?

Penting bagi pasien untuk mengetahui risiko operasi tulang belakang sebagai persiapan, (Foto oleh Karolina Kaboompics)
Penting bagi pasien untuk mengetahui risiko operasi tulang belakang sebagai persiapan, (Foto oleh 8photo)

Apakah Anda masih ragu untuk melakukan operasi tulang belakang?

Takut kalau bukannya sembuh, malah kondisi tubuh Anda jadinya tambah memburuk?

Rasa takut sebelum operasi tulang belakang itu wajar karena operasi ini melibatkan bagian tubuh yang sensitif dan kompleks.

Biasanya, ketakutan yang terjadi didasari oleh tidak tahunya pasien mengenai prosedur yang akan dijalani dan risiko yang akan ia hadapi.

Selain itu, ada juga rasa cemas mengenai kelancaran operasi dan hasil operasi nantinya.

Rasa takut dan cemas yang dialami oleh pasien akan berpengaruh terhadap proses penyembuhan pasien, terlalu khawatir akan prosedur dan risiko yang akan dihadapi akan memperlambat kesembuhan pasien.Karena itu, penting untuk mengetahui risiko apa saja yang mungkin terjadi setelah operasi tulang belakang.

Dengan mengetahui risiko operasi tulang belakang, kekhawatiran Anda selama proses pemulihan nanti akan berkurang dengan persiapan menghadapi risiko yang terjadi, sehingga mempercepat proses pemulihan Anda juga.

Mari simak penjabaran di bawah ini biar Anda tahu lebih banyak tentang risiko yang akan dihadapi.

3 Risiko Operasi Tulang Belakang yang Mesti Dihadapi

1. Khawatir Terhadap Masa Depan Secara Berlebihan yang Kalau Parah Akan Kelihatan Gejala Fisiknya

Kekhawatiran terhadap operasi tulang belakang dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan terhadap risiko-risiko apa saja yang akan terjadi setelah operasi.

Prasangka yang sering dipikirkan oleh pasien adalah operasi tulang belakang akan memberikan bekas luka yang permanen dan menyakitkan.

Bekas luka pasca operasi tulang belakang mungkin akan terasa sakit, mati rasa, dan gatal saat pertama kali sembuh sehingga akan menyebabkan ketidaknyamanan.

Penting untuk menjaga bekas luka tetap bersih dan kering untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

Selain itu, Anda perlu mendengarkan edukasi dari dokter Anda dan mengonsumsi obat sesuai resep yang diberikan, juga menjaga kondisi psikologis Anda.

Kondisi psikologis Anda dapat mempengaruhi kesembuhan Anda,rasa nyeri yang Anda rasakan akan semakin lama penyembuhannya jika Anda selalu berada dalam ketakutan.

Sekalipun Anda khawatir akan bekas luka operasi Anda, yakinlah bahwa Anda akan segera sembuh dan Anda akan baik-baik saja.

2.Surgical Site Infection {SFI)

Surgical Site Infection (SFI) adalah komplikasi serius setelah operasi tulang belakang yang berupa infeksi pasca operasi.

Infeksi ini dapat mengenai berbagai lapisan jaringan tubuh mulai dari permukaan hingga dalam.

SFI dapat mengakibatkan permasalahan seperti perpanjangan rawat inap, nyeri, rasa tidak nyaman, cacat permanen, hingga kematian.

Gejala SFI bervariasi tergantung dengan tingkat keparahan. Tetapi secara umum gejalanya meliputi:

  • Kemerahan, bengkak, dan nyeri pada luka bekas operasi
  • Keluarnya nanah dari luka bekas operasi
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Penyembuhan luka yang tertunda

Faktor Risiko Terjadinya SFI

  • Faktor yang berkaitan dengan pasien seperti usia pasien, penyakit sistemik yang diderita pasien, malnutrisi, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Faktor riwayat operasi yang telah dilakukan pasien, seperti reseksi tumor
  • Faktor terkait operasi, operasi yang lebih lama dan lebih kompleks dapat meningkatkan risiko SFI
  • Faktor terkait lingkungan seperti tingkat kontaminasi ruang operasi dan pemberian antibiotik profilaksis untuk mengurangi risiko terjadinya SFI

Sebelum melakukan operasi tulang belakang, Anda harus memaparkan riwayat medis umum Anda sejelas-jelasnya kepada dokter, seperti penyakit yang diderita dan riwayat operasi sebelumnya.

Dengan demikian, dokter akan dapat mempertimbangkan langkah yang akurat dan merencanakan perawatan sebelum dan sesudah operasi dengan tepat pada Anda.

3.Failed Back Surgery Syndrome (FBSS)

Failed Back Syndrome Surgery merupakan nyeri tulang belakang yang tidak diketahui penyebabnya meski telah dioperasi di lokasi yang sama.

Penyakit ini memiliki banyak etiologi penyebab dan gejala yang beragam bagi tiap pasien.

Pasien yang mengalami FBSS memiliki gejala klinis berupa nyeri punggung bawah kronik atau tanpa gejala nyeri, atau gejala radikuler.

Faktor Penyebab FBSS Adalah :

  • Dari pasien: faktor psikososial dan riwayat jumlah operasi tulang belakang yang telah dilakukan sebelumnya
  • Teknik operasi yang tidak tepat
  • Operasi tulang belakang gagal karena dilakukan operasi di tempat yang tidak menimbulkan nyeri

FBSS dapat membuat pasien memiliki prasangka bahwa dokter gagal melakukan operasi tersebut dikarenakan harapan pasien agar rasa sakitnya sembuh tidak terpenuhi.

Konsekuensinya ini dapat mempengaruhi progres kesembuhan pasien.

Ketidakpercayaan pasien terhadap dokter dapat membuat pasien tidak mau mematuhi anjuran dokter untuk meminum obat atau melakukan perawatan.

Selain itu, rasa sakit yang diakibatkan oleh FBSS dapat mempengaruhi kondisi psikologis pasien sehingga proses penyembuhan sendiri akan semakin lama.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki keluhan setelah operasi tulang belakang, Anda harus mempercayai dokter Anda dan memberitahukannya kepada dokter Anda sejelas mungkin.

Hal itu akan membantu dokter Anda menegakkan diagnosa dengan lebih akurat, sehingga dokter Anda dapat melakukan perawatan terhadap keluhan Anda dengan tepat.

Sekilas Soal Cidera Tulang Belakang

Cidera tulang belakang dapat terjadi karena kecelakaan, jatuh, aktivitas olahraga, dan juga infeksi.

Lokasi terjadinya cidera tulang belakang dapat terjadi di bagian mana saja di tulang belakang, mulai dari bagian leher, dada, pinggang, sakrum, dan tulang ekor.

Jika terlambat ditangani, cidera tulang belakang akan menyebabkan permasalahan seperti:

  • Nyeri kronis
  • Infeksi pada tulang atau osteomyelitis
  • Kerusakan saraf permanen yang menyebabkan mati rasa dan kelumpuhan.
  • Pada kasus yang parah dapat menyebabkan kematian

Jika Anda mengalami cidera tulang belakang, segeralah periksakan diri Anda ke dokter.

Terapi yang diberikan oleh dokter terhadap cidera tulang belakang adalah obat-obatan, operasi, dan juga rehabilitasi.

Dokter bedah yang dapat Anda percayakan untuk menangani cidera tulang belakang yang Anda alami adalah dr. Herman Gofara, Sp.OT di BedahUmum.

Dr. Herman Gofara, Sp.OT merupakan dokter yang memiliki keahlian di bidang Orthopedi dan Traumatology dan kinerja beliau tidak diragukan lagi.

Beliau menawarkan berbagai layanan termasuk konsultasi untuk penderita cidera tulang belakang.

Terapi yang diberikan pun berdasarkan evaluasi dan anamnesis mendalam terhadap pasien, sehingga beliau akan menentukan terapi apa yang dapat diberikan kepada Anda secara akurat.

Akses layanan yang diberikan juga cepat dan tentunya juga sesuai dengan kantung anda.

Oleh karena itu, jika Anda memiliki cidera tulang belakang atau keluhan lainnya, dr. Herman Gofara, Sp.OT menyambut Anda dengan tangan terbuka dan perawatan yang berkualitas. http://www.bedahumum.com

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *